Sudut sinar utama lensa adalah sudut antara sumbu optik dan sinar utama lensa. Sinar utama lensa adalah sinar yang melewati diafragma sistem optik dan garis antara pusat pupil masuk dan titik objek. Alasan keberadaan CRA pada Sensor Gambar adalah karena terdapat FOV (Bidang pandang) pada Lensa Mikro di permukaan Sensor Gambar, dan nilai CRA bergantung pada nilai kesalahan horizontal antara Lensa Mikro Sensor Gambar dan posisi fotodioda silikon. Tujuannya adalah untuk mencocokkan lensa dengan lebih baik.
Sudut sinar utama lensa
Memilih CRA (Critical Range Array) yang sesuai antara Lensa & Sensor Gambar dapat memastikan penangkapan foton yang lebih akurat ke dalam fotodioda silikon, sehingga mengurangi interferensi optik.
Untuk sensor gambar dengan piksel kecil, sudut sinar utama telah menjadi parameter penting. Hal ini karena cahaya harus melewati kedalaman piksel untuk mencapai fotodioda silikon di bagian bawah piksel, yang membantu memaksimalkan jumlah cahaya yang langsung masuk ke fotodioda dan mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke fotodioda silikon piksel yang berdekatan (Menciptakan crosstalk optik).
Oleh karena itu, ketika sensor gambar memilih lensa, ia dapat meminta kurva CRA dari produsen sensor gambar dan produsen lensa untuk pencocokan; umumnya disarankan agar perbedaan sudut CRA antara sensor gambar dan lensa dikontrol dalam kisaran +/-3 derajat, tentu saja, semakin kecil pikselnya, semakin tinggi persyaratannya.
Pengaruh ketidaksesuaian CRA lensa dan CRA sensor:
Ketidaksesuaian menghasilkan interferensi silang yang mengakibatkan ketidakseimbangan warna di seluruh gambar, sehingga mengurangi rasio sinyal terhadap derau (SNR); karena CCM membutuhkan peningkatan penguatan digital untuk mengkompensasi kehilangan sinyal pada fotodioda.
Pengaruh ketidaksesuaian CRA lensa dan CRA sensor
Jika CRA tidak sesuai, akan menyebabkan masalah seperti gambar buram, kabut, kontras rendah, warna pudar, dan kedalaman bidang yang berkurang.
Lensa CRA yang lebih kecil daripada CRA Sensor Gambar akan menghasilkan gradasi warna.
Jika sensor gambar lebih kecil dari CRA lensa, maka akan terjadi bayangan lensa.
Jadi, pertama-tama kita harus memastikan bahwa bayangan warna tidak muncul, karena bayangan lensa lebih mudah diatasi melalui proses debugging daripada bayangan warna.
Sensor Gambar dan Lensa CRA
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa TTL lensa juga merupakan kunci untuk menentukan sudut CRA. Semakin rendah TTL, semakin besar sudut CRA. Oleh karena itu, sensor gambar dengan piksel kecil juga sangat penting untuk pencocokan CRA lensa saat mendesain sistem kamera.
Seringkali, CRA lensa tidak sepenuhnya sesuai dengan CRA sensor gambar karena berbagai alasan. Secara eksperimental telah diamati bahwa kurva CRA lensa dengan bagian atas datar (flip minimum) lebih toleran terhadap variasi perakitan modul kamera dibandingkan CRA yang melengkung.
CRA lensa tidak sepenuhnya sesuai dengan CRA sensor gambar karena berbagai alasan.
Gambar-gambar di bawah ini menunjukkan contoh CRA dengan permukaan datar dan melengkung.
Contoh CRA dengan permukaan datar dan melengkung.
Jika CRA lensa terlalu berbeda dari CRA sensor gambar, maka akan muncul bias warna seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Warna yang dihasilkan tampak
Waktu posting: 05-Jan-2023





