Lensa penglihatan mesinadalah lensa kamera industri yang dirancang khusus untuk sistem visi mesin. Fungsi utamanya adalah untuk memproyeksikan gambar objek yang difoto ke sensor kamera untuk pengumpulan, pemrosesan, dan analisis gambar secara otomatis.
Teknologi ini banyak digunakan di berbagai bidang seperti pengukuran presisi tinggi, perakitan otomatis, pengujian tanpa merusak, dan navigasi robot.
1.Prinsip lensa penglihatan mesin
Prinsip-prinsip lensa penglihatan mesin terutama melibatkan pencitraan optik, optik geometris, optik fisik, dan bidang lainnya, termasuk panjang fokus, bidang pandang, apertur, dan parameter kinerja lainnya. Selanjutnya, mari kita pelajari lebih lanjut tentang prinsip-prinsip lensa penglihatan mesin.
Prinsip-prinsip pencitraan optik.
Prinsip pencitraan optik adalah lensa memfokuskan cahaya ke sensor melalui beberapa kelompok lensa (seperti lensa ruang dan lensa ruang objek) untuk menghasilkan gambar digital dari objek tersebut.
Posisi dan jarak antar kelompok lensa dalam jalur optik akan memengaruhi panjang fokus, bidang pandang, resolusi, dan parameter kinerja lensa lainnya.
Prinsip-prinsip optik geometris.
Prinsip optik geometris lensa adalah memfokuskan cahaya pantulan dari objek ke permukaan sensor dengan syarat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya terpenuhi.
Dalam proses ini, perlu untuk mengatasi aberasi, distorsi, aberasi kromatik, dan masalah lain pada lensa untuk meningkatkan kualitas pencitraan.
Prinsip-prinsip optik fisik.
Saat menganalisis pencitraan lensa menggunakan prinsip optik fisik, perlu mempertimbangkan sifat gelombang dan fenomena interferensi cahaya. Hal ini akan memengaruhi parameter kinerja lensa seperti resolusi, kontras, dispersi, dan lain-lain. Misalnya, lapisan pada lensa dapat mengatasi masalah refleksi dan hamburan serta meningkatkan kualitas gambar.
Lensa penglihatan mesin
Panjang fokus dan bidang pandang.
Panjang fokus lensa mengacu pada jarak antara objek dan lensa. Ini menentukan ukuran bidang pandang lensa, yaitu, rentang gambar yang dapat ditangkap oleh kamera.
Semakin panjang panjang fokus, semakin sempit bidang pandang, dan semakin besar perbesaran gambar; semakin pendek panjang fokus, semakin lebar bidang pandang, dan semakin kecil perbesaran gambar.
Bukaan dan kedalaman bidang.
Apertur adalah lubang yang dapat disesuaikan pada lensa yang mengontrol jumlah cahaya yang melewati lensa. Ukuran apertur dapat mengatur kedalaman bidang (yaitu, rentang pencitraan yang jelas), yang memengaruhi kecerahan gambar dan kualitas pencitraan.
Semakin besar bukaan lensa, semakin banyak cahaya yang masuk dan semakin dangkal kedalaman bidang fokus; semakin kecil bukaan lensa, semakin sedikit cahaya yang masuk dan semakin dalam kedalaman bidang fokus.
Resolusi.
Resolusi mengacu pada jarak minimum yang dapat dipisahkan oleh lensa, dan digunakan untuk mengukur kejernihan gambar lensa. Semakin tinggi resolusi, semakin baik kualitas gambar lensa.
Secara umum, saat melakukan pencocokan, resolusi darilensa penglihatan mesinharus sesuai dengan piksel sensor, agar kinerja sistem lensa dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
2.Fungsi lensa penglihatan mesin
Sistem penglihatan mesin banyak digunakan dalam manufaktur elektronik, manufaktur industri, dan bidang lainnya. Sebagai komponen terpenting dari sistem penglihatan, lensa penglihatan mesin memiliki dampak yang menentukan pada kinerja dan efek sistem tersebut.
Fungsi utama lensa penglihatan mesin adalah sebagai berikut:
Fmembentuk sebuah gambar.
Sistem penglihatan mengumpulkan informasi tentang objek target melalui lensa, dan lensa memfokuskan cahaya yang dikumpulkan pada sensor kamera untuk membentuk gambar yang jelas.
Fungsi lensa penglihatan mesin
Memberikan bidang pandang.
Bidang pandang lensa menentukan ukuran dan bidang pandang objek target yang akan ditangkap oleh kamera. Pilihan bidang pandang bergantung pada panjang fokus lensa dan ukuran sensor kamera.
Kendalikan cahaya.
Banyak lensa penglihatan mesin memiliki pengaturan apertur yang mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke kamera. Fungsi ini penting untuk mendapatkan gambar berkualitas tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Tentukan resolusinya.
Lensa yang baik dapat menghasilkan gambar yang jernih, berkualitas tinggi, dan detail beresolusi tinggi, yang sangat penting untuk deteksi dan identifikasi objek secara akurat.
Koreksi distorsi lensa.
Saat mendesain lensa penglihatan mesin, distorsi akan dikoreksi agar lensa dapat memperoleh hasil yang benar dan akurat selama pemrosesan gambar.
Pencitraan kedalaman.
Beberapa lensa canggih dapat memberikan informasi kedalaman, yang sangat penting untuk tugas-tugas seperti deteksi, pengenalan, dan penentuan posisi objek.
Kesimpulan Akhir:
ChuangAn telah melakukan desain dan produksi awal darilensa penglihatan mesinyang digunakan dalam semua aspek sistem penglihatan mesin. Jika Anda tertarik atau membutuhkan lensa penglihatan mesin, silakan hubungi kami sesegera mungkin.
Waktu posting: 04 Juni 2024

